Vyetha’s Blog

Pembelian

Posted on: November 1, 2010

A. Kegiatan pembelian

Kegiatan pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan, fungsi pembelian ini dikatakan dasar karena suatu perusahaan tidak akan dapat beroperasi dengan baik tanpa adanya fungsi tersebut. Fungsi pembelian ini sangat penting untuk dikelola dengan sungguh-sungguh karena ruang lingkup dari pembelian tidak hanya sebatas bagaimana manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme pengadaan barang secara tepat waktu dan sesuai dengan target harga, namun lebih jauh lagi adalah bagaimana menetukan strategi kemitraan antar perusahaan yang efektif.

Dalam penerapannya, secara sekilas fungsi pembelian terlihat sederhana namun pada kenyataannya terdapat suatu hal tertentu yang harus diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan faktor-faktor eksternal di sekitar perusahaan. Oleh karena itulah manajemen dalam pembelian penting untuk diterapkan dalam perusahaan.

 

  1. Definisi pembelian

Istilah purchasing atau pembelian sinonim dengan procurement atau pengadaan barang. Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti: bahwa pengadaan barang adalah proses bisnis dalam memilih sumber daya-sumber daya, pemesanan dan perolehan barang atau jasa.

 

  1. Pentingnya fungsi pembelian

Management audit bisa digunakan untuk mengevaluasi organisasi secara keseluruhan ataupun fungsi tertentu dalam organisasi, untuk menentukan apakah perusahaan sudah memperoleh efisiensi biaya yang maksimum dari yang telah dilaksanakan oleh fungsi tersebut selama ini. Penelitian ini menjadikan fungsi pembelian sebagai sasaran audit.
Fungsi pembelian sering dianggap sebagai bagian yang paling penting dan berpengaruh, bahkan bisa dikatakan sebagian besar proses bisnis berasal dari kegiatan pembelian. Alasan yang sangat fundamental untuk membahas fungsi pembelian ialah karena dalam bidang ini pemborosan mudah terjadi, baik karena perilaku yang disfungsional maupun karena kurangnya pengetahuan dalam berbagai aspek pembelian bahan, sarana, prasarana dan suku cadang yang diperlukan perusahaan.

 

  1. Tugas dan tanggung jawab fungsi pembelian

Pada dasarnya peran fungsi pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Assauri (1998:162) menjabarkan tanggung jawab bagian pembelian sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga dimana perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produknya.
2. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-bahan baru yang dapat meguntungkan dalam proses produksi, perkembangan dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi produk perusahaan, harga serta desainnya.

3. Bertanggung jawab untuk menurunkan investasi atau meningkatkan perputaran bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam pabrik dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi.
4. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data-data dan perkembangan pasar, perbedaaan sumber-sumber penawaran (supply) dan memeriksa pabrik suplier untuk mengetahui kapasitas dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan.
5. Bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan.

 

Tugas-tugas yang dilakukan bagian pembelian dalam memenuhi tanggung jawab tersebut diatas antara lain:
1. Melakukan pembelian bahan-bahan secara bersaing atas dasar nilai yang ditentukan tidak hanya pada harga yang tepat tetapi juga pada waktu yang tepat, serta jumlah dan mutu yang tepat pula.
2. Membantu pemilihan bahan-bahan dengan melakukan penyelidikan.
3. Melaksanakan usaha-usaha pencarian paling sedikit dua sumber suplai.
4. Mempengaruhi tingkat persediaan terendah.
5. Menjaga hubungan baik dengan suplier.
6. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang efektif dengan fungsi-fungsi lainnya dalam perusahaan.
7. Meneliti keadaan perdagangan pasar.
8. Membeli seluruh bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan tepat waktu sehingga tidak menganggu rencana produksi dari perusahaan tersebut.

E. Peranan seseorang dalam proses pembelian konsumen

Dalam proses pembelian, sebenarnya terjadi beberapa kegiatan,yaitu;kegiatan munculnya gagasan untuk membeli(initiating),pengembangan atau dorongan agar gagasan tersebut direalisir(influencing),kegiatan pengambilan keputusan untuk membeli(decision making),pelaksanaan pembelian(purchasing),dan akhirnya kegiatan kegiatan pemanfaatan atau pemakaian barang yang telah di beli(using).

F. Model proses pengambilan keputusan pembelian

Proses pengembalian keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) oleh decider meliputi kegiatan:

  • Perumusan masalah
  • Pengumpulan informasi
  • Pengembangan dan penilaian alternatif
  • Penentuan alternatif terbaik atau pengambilan keputusan
  • Kegiatan setelah keputusan diambil

 

G. Perilaku pembelian

Perilaku pembelian konsumen dapat dibedakan dalam beberapa kategori menurut dasar:

  • Usaha pemecahan masalah yang di hadapi calon pembeli serta
  • Keterlibatan pembeli dan perbedaan merk produk yang hendak dipilih untuk dibeli

 

Perilaku pembelian berdasarkan usaha pemecahan masalah :

Proses pembelian seseorang yang konsisten pada periode tertentu membentuk perilakunya. Pembentukan perilaku pembelian sebenarnya merupakan usaha-usaha seseorang mengatasi masalah yang di hadapinya.

Berdasarkan usaha pemecahan masalah tersebut,perilaku pembelian dapat dibedakan menjadi:

  1. Perilaku respons rutin ( routinezed response behavior)

Adalah perilaku pembelian rutin untuk persoalan yang sering dihadapi.

  1. Perilaku pemecahan masalah yang terbatas ( limited problem solving )

Adalah perilaku pembelian yang memerlukan usaha pemecahan persoalan yang terbatas.

  1. Perilaku pemecahan masalah yang mengatasi ( extensive problem solving )

Adalah perilaku pembelian untuk mengatasi persoalan yang sangat tidak rutin.

 

Perilaku pembelian berdasarkan keterlibatan pembeli dan perbedaan merk :

Perilaku pembelian konsumen berdasarkan keterlibatan konsumen terhadap produk yang akan di beli dan perbedaan merk yang akan dipilih dan merk lain dapat di bedakan dalam empat kelompok perilaku pembeli :

1.      Perilaku pembelian yang kompleks

Perilaku pembeli akan menjadi persoalan yang kompleks apabila menuntut keterlibatan pembeli terhadap produk yang akan dipilih adalah tinggi

2.      Perilaku pembelian pencarian variasi

Meskipun perbedaan produk yang ditawarkan cukup tinggi dan pembeli tidak begitu menghiraukannya maka pilihan alternative produk  hanya lah variasi saja.

3.      Perilaku pembelian menekan ketidaksesuaian

Pembeli sangat memperhatikan produk yang akan dibeli,tetapi karna perbedaan antar merk tidak memenuhi maka pembeli akan mengahlikan perhatiannya pada hal-hal lain yang dipakai sebagai penentu pilihannya .

4.      Perilaku pembelian kebiasaan

Pembeli tidak menghiraukan akan merk untuk memilih barang yang sebenarnya tidak banyak berbeda dengan yang lain.

 

Perilaku pembelian dapat di pahami melalui :

  1. Metode introspektif

Melalui tindakan-tindakan diri sendiri sebagai dasar untuk menjelaskan perilaku pebelian konsumen

  1. Metode retrospektif

Adalah usaha mengungkapkan tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh pembeli terhadap pembelian produk tertentu waktu lain.

  1. Metode prospektif

Dengan usaha menanyakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan pleh calon pembeli apabila hendak membeli sesuatu pada masa yang akan datang.

  1. Metode preskriptif

Adalah dengan menanyakan kepada pembeli , tindakan apa yang seharusnya paling baik dilakukan untuk pembelian produk tertentu.

H. Organisasi pembelian

Organisasi pembelian adalah professional (ahli dan serius dalam bidangnya),rasional(berorientasi pada tujuan),dan berpengalaman.

I. Faktor-faktor  pengaruh pembelian

1.      Lingkungan organisasi

Tingkat permintaan,situasi ekonomi,biaya modal,tingkat perubahan teknologi,politik dan peraturan pemerintah,kondisi persaingan.

2.      Intraoganisasi

Adalah faktor-faktor yang terdapat dalam internal perusahaan.

3.      Interorganisasi dan inter individu

Berkaitan dengan hubungan antara pembelian dengan pemasok potensial secara organisasional maupun individual

4.      Individual

Umur,income,edukasi,empati,kepribadian,sikap,karir

J. Perilaku pasar pembeli

Pasar pembeli adalah para pedagang yang akan membeli barang dagangan untuk dijual kembali pada konsumen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: